Pemerintah mulai menyiapkan lokasi permanen berdirinya Universitas Republik Indonesia (URI) sebagai pusat pendidikan kepemimpinan nasional. Kampus utama URI direncanakan dibangun di kawasan Bogor Utara, Jawa Barat, dengan mengusung konsep pendidikan berasrama.
Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) Donny Ermawan Taufanto menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan lahan untuk pembangunan kompleks kampus terpadu tersebut. Area yang dipilih merupakan lahan milik PTPN berupa perkebunan kelapa sawit yang sudah tidak produktif di daerah Cikasungka, Bogor Utara, yang kelak dialihfungsikan menjadi kawasan pendidikan.
Pemilihan lokasi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mendirikan sebuah gedung universitas biasa, melainkan menyiapkan kawasan pendidikan terintegrasi. Saat ini, pemerintah masih menyelesaikan proses administrasi pengalihan lahan sebelum masuk ke tahap perencanaan fisik, penyusunan desain kawasan, serta penghitungan kebutuhan anggaran secara bertahap.
Gunakan Kantor Sementara di Jakarta untuk Operasional Awal
Sambil menunggu proses pembangunan kampus utama di Bogor rampung, URI akan mulai beroperasi menggunakan kantor sementara di Jakarta. Pemerintah meminjam dua lantai di gedung eks Kementerian BUMN yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
Langkah ini diambil agar lembaga baru tersebut dapat segera menjalankan fungsi operasionalnya. Kantor sementara ini akan memfasilitasi proses penyusunan struktur kelembagaan, pengembangan kurikulum, hingga persiapan pembukaan program pendidikan awal tanpa harus menunggu seluruh infrastruktur fisik selesai dibangun.
Terapkan Konsep Boarding School dan Sistem Pendidikan Terpadu
Donny menegaskan bahwa kampus URI di Bogor dirancang dengan konsep boarding school atau pendidikan berasrama. Melalui sistem ini, pembentukan karakter, disiplin, integritas, serta jiwa nasionalisme peserta didik dapat digembleng secara berkelanjutan, baik di dalam kelas maupun dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan asrama.
Kawasan URI di Bogor juga diproyeksikan menjadi simpul utama pengembangan sumber daya manusia di bawah naungan Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan (BPPK). Sistem ini menyatukan tata kelola Sekolah Unggulan Garuda, perguruan tinggi, hingga Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Dengan demikian, jalur pembinaan talenta nasional akan berlangsung secara berkesinambungan—dimulai dari lulusan sekolah menengah terbaik, berlanjut ke jenjang pendidikan tinggi, hingga siap ditempatkan di birokrasi pemerintahan maupun BUMN.
Mengenai skema pembiayaan, seluruh pembangunan dan operasional URI akan ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Saat ini, detail rincian anggaran masih disusun oleh pemerintah untuk dialokasikan pada akhir tahun hingga tahun-tahun mendatang.