Pemerintah telah menetapkan rencana lokasi pembangunan gedung utama Universitas Republik Indonesia (URI). Kampus anyar yang digagas untuk mencetak calon pemimpin nasional ini bakal berdiri di atas lahan bekas perkebunan kelapa sawit di wilayah Bogor, Jawa Barat.
Gubernur URI, Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto, menyampaikan bahwa lokasi tepatnya berada di daerah Cikasungka, Bogor Utara. Lahan tersebut merupakan aset milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang kondisi perkebunannya sudah tidak produktif lagi, sehingga dialihfungsikan untuk kawasan pendidikan.
Sambil menunggu proses pembangunan gedung utama di Bogor rampung, aktivitas operasional dan kantor sementara URI akan memanfaatkan dua lantai di gedung bekas Kementerian BUMN yang terletak di kawasan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
Komitmen Pembentukan SDM Unggul dan 10 Kampus Terintegrasi
Pendirian URI merupakan bentuk komitmen konkret Presiden Prabowo Subianto dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, khususnya dalam menyiapkan generasi pimpinan bangsa di masa mendatang.
Presiden ingin mengonsolidasikan serta mengintegrasikan berbagai jenjang pendidikan ke dalam satu sistem yang padu—mulai dari tingkat sekolah dasar, menengah, perguruan tinggi, hingga pembinaan karier di sektor pemerintahan.
Secara keseluruhan, pemerintah berencana mendirikan 10 kampus URI yang dalam tata kelolanya berada di bawah naungan Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan (BPPK) bersama Gubernur URI. Lembaga ini mengoordinasikan tiga institusi utama:
- Badan Pengelola Sekolah Unggulan
- Badan Pengelola Perguruan Tinggi
- Lembaga Administrasi Negara (LAN)
Fokus Pembinaan ASN dan Pegawai BUMN
Fokus utama pembinaan di URI adalah menyiapkan calon pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) serta pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Langkah ini diwujudkan melalui skema pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, serta penguatan kapasitas manajerial.
Program pembinaan ini sebenarnya telah mulai diimplementasikan lewat Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD), yang saat ini menggembleng 399 pegawai baru BUMN.
Konsep integrasi lembaga pendidikan ini mengadopsi model sukses dari negara luar, seperti École Nationale d'Administration (ENA)—kini dikenal sebagai Institut National du Service Public (INSP) di Prancis—yang terbukti sukses melahirkan birokrat elite dan pimpinan negara.